
UNGARAN β Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Tidak hanya membantu mencari informasi, AI juga dapat menjadi sarana pendukung pembelajaran apabila digunakan secara tepat dan bertanggung jawab.
Melihat perkembangan tersebut, Polres Semarang memberikan edukasi mengenai pemanfaatan AI kepada 393 siswa SMA Negeri 1 Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (9/9/2026). Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di aula dan sejumlah ruang kelas SMA Negeri 1 Bergas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Semarang untuk mengenalkan teknologi AI kepada generasi muda sekaligus membangun kesadaran agar teknologi tersebut digunakan untuk hal-hal positif, khususnya dalam mendukung proses belajar.
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia pendidikan. Tidak hanya bagaimana menggunakan AI, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya bersikap bijak ketika berinteraksi dengan teknologi yang semakin berkembang tersebut.
Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya tidak langsung percaya terhadap setiap jawaban yang diberikan AI. Teknologi AI tetap memiliki keterbatasan dan dapat menghasilkan informasi yang kurang tepat. Karena itu, siswa perlu membiasakan diri melakukan verifikasi, membandingkan informasi dari sumber terpercaya, serta menggunakan kemampuan berpikir kritis sebelum mengambil keputusan.
Pemahaman tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan baru di kalangan pelajar. AI bukan sekadar alat untuk mendapatkan jawaban dengan cepat, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai teman belajar yang membantu mencari ide, memahami materi, maupun mengembangkan kreativitas.
Di sisi lain, penggunaan AI juga perlu disertai tanggung jawab, terutama ketika berkaitan dengan media sosial. Para siswa diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan tidak benar, tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta tidak memanfaatkan teknologi untuk membuat atau menyebarkan konten yang dapat merugikan orang lain.
Dengan memahami cara kerja AI sekaligus mengenali dampak penggunaannya, pelajar diharapkan semakin mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, kreatif, dan beretika.
Melalui edukasi ini, Polres Semarang ingin mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan perkembangan AI untuk belajar, berkarya, dan menghasilkan hal-hal positif.
Kegiatan berlangsung dengan rangkaian pembukaan, pemberian materi, materi pembulatan, dan penutup. Antusiasme ratusan siswa menjadi bagian penting dalam upaya membangun generasi pelajar yang semakin siap menghadapi perkembangan teknologi digital, namun tetap mengedepankan etika, tanggung jawab, dan kemampuan berpikir kritis.
